Riza: Danau Kaskade Mahakam Sangat Kaya Potensi Perikanan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN-Gubernur Kalimantan
Timur diwakil Pj Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi membuka Rapat
Koordinasi (Rakor) Danau Kaskade Mahakam Tahun 2022 di Swiss-belhotel
Balikpapan, Selasa (23/8/2022). Rakor kali ini mengangkat tema “Percepatan
Pembangunan Ekosistem Danau Kaskade Mahakam dalam meningkatkan ekonomi
kerakyatan sebagai kawasan penyangga ibu kota negara (IKN)”.
Pj Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi mengapresiasi
pelaksanaan Rakor Danau Kaskade Mahakam 2022 ini sebagai upaya untuk
mendapatkan kesepahaman, perencanaan dan langkah-langkah konkret untuk menjaga
dan meningkatkan kualitas Danau Kaskade Mahakam dan lingkungan hidup Kaltim
pada umumnya secara lestari.
“Kita ketahui bersama, bahwa akhir-akhir ini,
masalah danau ini semakin menjadi perhatian, baik oleh masyarakat maupun
pemerintah. Hal ini tidak lain terjadi karena kondisi danau yang sudah sangat
kritis yang dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan baik itu terhadap
lingkungan seperti banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim
kemarau,” urai Riza.
Seperti diketahui, lanjut Riza, Danau Kaskade
Mahakam terdiri dari 20 Danau, dimana memiliki kawasan yang terdiri dari 3
(tiga) danau besar yaitu Danau Jempang seluas 15.000 hektare, Danau Semayang
(13.000 hektare) dan Danau Melintang (11.000 hektare). Selain itu juga terdapat
danau-danau kecil lainnya seperti Danau Bongan, Danau Belibis, Danau Tawar,
Danau Kedang Murung serta beberapa danau lainnya. Danau Kaskade Mahakam terletak
di kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat, juga
merupakan danau yang sudah ditetapkan ke dalam Kawasan Strategis Provinsi
Kaltim dan juga termasuk 15 Prioritas Nasional.
“Danau Kaskade Mahakam sangat kaya akan
potensi perikanan. Karena itu menjadi perhatian para pemangku kepentingan, agar
daya dukung dan daya tampung lingkungan tetap terjaga dan bermanfaat bagi
kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kita telah melakukan penanggulangan illegal
fishing di tiga Danau Kaskade Mahakam, salah satunya dengan memusnahkan alat
tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, khususnya di wilayah Kukar dan
Kubar,” jelas Riza.
Saat ini, sebut Riza, di sekitar Danau
Kaskade Mahakam tersebut kini dihuni ribuan penduduk yang sebagian besar
berprofesi sebagai nelayan, petani dan pekerja lainnya seperti perkebunan dan
pertambangan yang secara langsung berinteraksi dengan kehidupan danau.
Sebab itu, sedikit banyaknya hal itu memberi
dampak pada pencemaran dan kerusakan ekosistem. Sementara itu di sejumlah danau
juga kian banyak tumbuhan gulma, enceng gondok, kumpai dan limbah tumbuhan
berupa batang kayu, ranting dan daun-daun yang membuat pendangkalan danau serta
tidak jarang juga mengganggu transportasi air setempat.
“Tentunya kondisi danau-danau demikian cukup
merisaukan kita semua apabila tidak segera dilakukan antisipasi dan langkah
strategis untuk melindungi Danau Kaskade Mahakam. Karena itu, di sinilah
pentingnya kita melakukan Rakor ini untuk saling tukar menukar informasi
rencana dan pelaksanaan program dan kegiatan antar pemangku kepentingan. Tidak
terkecuali itu juga terkait dengan pelibatan masyarakat dan peningkatan SDM,
berikut pembiayaan atau anggaran yang diperlukan,” pungkas Riza.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) Kaltim EA Rafiddin Rizal selalu ketua panitia pelaksana mengatakan Rakor
ini bertujuan untuk percepatan pengelolaan Danau Kaskade Mahakam serta untuk
menjalin sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
“Dengan harapan dapat diperoleh kesepakatan
program kerja tahun 2022/2023 antara instansi, baik secara horizontal maupun
vertikal dengan percepatan pembangunan Danau Kaskade Mahakam di Kaltim.
Sekaligus diharapkan dapat mengevaluasi keberhasilan program dan kegiatan yang
telah dilaksanakan oleh semua pihak,” kata Rafiddin Rizal. (mar)